Anda yakin ingin menghapus :


Tidak  Ya
Berita Arena Karier

Karya Desainer Indonesia Menembus Pentas Dunia

09 Mei 2013
Kategori : Nature
Oleh : Indra

Jakarta - Menginjak penyelenggaraan kelima, Jakarta Fashion Week berhasil mengantarkan karya desainer Indonesia ke pentas dunia. Harvey Nichols (www.harveynichols.com), one-stop shop yang menjual produk-produk fashion eksklusif kini menyediakan produk-produk berlabel Major Minor, merek asal Indonesia, yang digawangi Ari Seputra, Sari Seputra, Ambar Pratiwi, dan Inneke Margarethe. Label Major Minor didirikan pada 2011.

Bagi Sari Seputra, pengacara yang banting setir menekuni bisnis pakaian jadi, perjalanan baru saja dimulai melihat awal kemunculan produk-produk Major Minor di situs Harvey Nichols sejak minggu ini. Hal itu berarti karya Major Minor juga bersaing dengan karya desainer-desainer dan merek kelas dunia yang dijual melalui situs Harvey Nichols, seperti Alexander McQueen, Lanvin, Stella McCartney, Vivienne Westwood, Polo Ralph Lauren, Michael Kors, dan Dolce and Gabbana. Selain penjualan secara online, Harvey Nichols juga memiliki toko yang berbasis di Inggris, Irlandia, Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, Turki, dan Hong Kong.

Major Minor adalah salah satu label yang terlibat dalam Fashion Forward tahun lalu, yang digagas Jakarta Fashion Week. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta British Council, Jakarta Fashion Week mendatangkan pakar fashion dari Centre for Fashion Enterprise (CFE) asal London, untuk membimbing secara intensif desainer terpilih. Mereka mendapat arahan tentang proses kreatif dan bisnis fashion serta strategi menembus pasar internasional. Desainer dan brand yang terpilih dalam Fashion Forward tahun lalu adalah brand Major Minor, Cotton Ink, Bretzel, dan desainer Albert Yanuar, Yosafat Dwi Kurniawan, Barli Asmara, Dian Pelangi, dan Jeffrey Tan.

“Bakat-bakat desainer yang kami jumpai di Jakarta Fashion Week 2013 sangat mengagumkan dan menunjukkan masa depan cerah untuk menumbuhkan ekonomi di Indonesia. Para buyer yang kami jumpai dari berbagai toko fashion terkemuka dunia sangat terkesan dengan Jakarta Fashion Week 2013. Harvey Nichols juga menunjukkan keyakinan mereka dengan membeli koleksi Major Minor di musim ini. April Glassblower, Buying Manager dari Harvey Nichols mengatakan bahwa produk Major Minor sangat berbeda dari produk-produk yang saat ini mereka jual. Bentuknya sederhana dan kuat, palet warna dan print juga bagus dan koleksinya memiliki faktor eksklusif dengan harga yang tepat,” kata Wendy Malem, Direktur CFE.

“Fashion Forward”
Sari Seputra dan tim bertemu buyer dari Harvey Nichols di Buyer’s Room Jakarta Fashion Week 2013, November lalu. “Setelah kami presentasi, mereka langsung tertarik. Tentu saja saya senang sekali dengan hasil ini. Harvey Nichols telah mempunyai reputasi besar di industri fashion dunia,” katanya.

Keberhasilan Major Minor memasarkan produknya di Eropa itu diharapkan dapat diikuti desainer lokal lainnya. Tahun ini, Fashion Forward memasuki proses workshop awal yang melibatkan 12 desainer muda potensial. Sepanjang tahun ini, para desainer tersebut juga akan mendapat bimbingan secara intensif dari para pakar fashion asal London, Centre for Fashion Enterprise. Di ajang Jakarta Fashion Week 2014, mereka juga akan menampilkan karya-karya terbaiknya.

”Jakarta Fashion Week tetap memiliki komitmen besar dalam mengangkat karya-karya terbaik Indonesia ke pasar dunia. Dan JFW Fashion Forward yang kami kembangkan bersama Centre for Fashion Enterprise adalah program yang akan terus mengasah bakat-bakat muda agar siap bersaing di panggung internasional. Selain kreativitas, program JFW Fashion Forward juga membimbing para desainer agar sukses berbisnis di jalur fashion,” kata Direktur Jakarta Fashion Week Lenni Tedja.

Berita Terkait