Anda yakin ingin menghapus :


Tidak  Ya
Artikel Arena Karier

Asal Mula Jamu Nyonya Meneer

23 Jul 2013
Kategori : Sejarah
Oleh : Indra

Bakatnya meracik berbagai tanaman dan tanaman obat untuk bersinar bahkan di tengah-tengah pekerjaan yang sangat terbatas dari Belanda dan prihatin. Suami yang tak kunjung sembuh akhirnya sembuh berkat herbal racikannya. Mulai dari kota Semarang, modal ventura ke dalam jamu dan meluas ke seluruh pelosok negeri. Usahanya yang sekarang disebut PT. Nyonya Meneer yang telah dianggap sebagai ikon industri nasional dan herbal kosmetik tradisional terbesar dan tertua di negara ini.

Nyonya Meneer, wanita keturunan Tionghoa yang lahir di Sidoarjo lahir pada tahun 1895 Lauw Ping Nio. Nama Meneer yang disandangnya bukan karena dia adalah istri seorang Belanda meneer, tetapi berasal dari nama beras menir, yang merupakan butir kominusi nasi sisa baik. Sementara masih dalam kandungan, ibunya mengidam dan makan nasi sehingga ketiga dari lima bersaudara ini kemudian dinamai Groats. Karena pengaruh dari bahasa Belanda, kata menir akhirnya ditulis menjadi “Meneer”.

Profil pengusaha sukses indonesia ini kemudian menikah dengan seorang pria dari Surabaya bernama Ong Bian Wan. Setelah menikah, ia membawa suaminya untuk pindah ke Semarang, Jawa Tengah. Pada awal abad 20, masyarakat Indonesia berada pada saat yang sangat buruk akibat penyalahgunaan kekuasaan kolonial Belanda. Nyonya Meneer suami tidak melarikan diri ke korban, ia jatuh sakit dan sulit sembuh. Tapi itu ketika dia berada di tengah-tengah keterbatasan dan kekhawatiran bahwa, Nyonya Meneer bakat terbukti dan keterampilan Jamu. Rupanya rumus itu efektif bila berbagai perawatan tidak dapat memulihkan suami tercintanya.

Setelah ia sembuh, ia lebih bersemangat untuk mengasah dan berlatih ilmu pengetahuan dan campuran herbal ilmu yang diwariskan dari orang tua. Nyonya Meneer ringan tangan dan benar-benar peduli tentang orang-orang disekitarnya senang untuk mencampur herbal untuk keluarga, tetangga, kerabat, dan masyarakat tentang demam, sakit kepala, pilek dan penyakit lainnya. Kebanyakan dari mereka mengaku puas setelah mencicipi buatan Nyonya Meneer sifat obat.

Seiring waktu, semakin percaya diri Meneer campuran rempah-rempah dan tanaman bergizi lainnya. Perlahan tapi pasti, herbal racikannya mulai merambah ke kota-kota lain di sekitar Semarang. Permintaan banyak yang datang kepadanya untuk menyampaikan herbal racikannya sendiri itu. Nyonya Meneer pikuk di dapur tidak memungkinkan untuk memenuhi permintaan itu. Dengan berat hati, ia meminta maaf dan sebagai gantinya, ia meletakkan fotonya pada kemasan produk obat. Tidak ada yang keberatan, tidak ada yang lain menduga bahwa di masa depan, herbal dengan potret seorang wanita begitu melegenda dan masih dipertahankan saat ini sebagai simbol perusahaan.

Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas wilayah penjualan. Hingga akhirnya, pada 1919, untuk mendukung ibu kemampuan luar biasa dari empat anak dalam membantu orang lain dengan ramuan ampuh jamu, suami dan keluarganya mendukung pendirian usaha yang disebut “Jamu Nyonya Meneer Cap Gambar” di Semarang.

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, Meneer juga membuka toko di Jalan, Pedamaran 92 Semarang. Dengan bantuan dari anak-anaknya, perusahaan terus tumbuh pesat. Jamu Nyonya Meneer Jakarta direkam dari mencapai pasar ketika putrinya Nonnie pada tahun 1940 memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan outlet Nyonya Meneer terbuka di Jalan Juanda, Pasar Baru, yang merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi. Herbal yang muncul dari keterbatasan dan keprihatinan masuk ke ibukota dan meluas ke seluruh pelosok negeri.

Pada tahun 1967, profil pengusaha sukses indonesia yang satu ini duduk sebagai Presiden, meskipun perusahaan secara formal dipercayakan kepada salah seorang putranya, Hans Ramana. Sedangkan tiga anak lainnya yang Lucy Saerang, Marie Kalalo, dan Hans Pangemanan komisi ditunjuk anggota dewan perusahaan. Sementara itu, model manajemen mereka mengikuti model pendiri mengajarkan bahwa besar berorientasi pada keuntungan. Perusahaan juga menggunakan sistem manajemen yang sederhana dan tradisional.

Memasuki dekade 1970-an, persaingan di industri ini mulai ketat obat. Banyak Nyonya Meneer muncul pesaing di pasar. Pertempuran sengit antara produsen jamu dari segi harga, peluncuran jenis produk serupa, untuk melawan pertempuran untuk pangsa pasar terlihat sangat jelas pada saat itu. Dua perusahaan yang bersaing secara agresif untuk obat Cap Nyonya Meneer adalah PT Sido Muncul dan PT Air Mancur.

Oleh karena itu, perusahaan Jamu Nyonya Meneer Cap mengandalkan awalnya hanya minum produk herbal seperti jahe, cukup tahan lama, dan rempah-rempah lahir rendah, perlahan-lahan mulai diversifikasi roda agar tidak menjalankan lebih dari kompetisi. Untuk memperkaya varian yang ada diciptakan beberapa jenis lainnya produk seperti minyak pijat, pengharum, tubuh, Scrubb untuk mandi, bedak wajah, param, sampai krim buste. Perusahaan produk Nyonya Meneer sebagian besar merupakan produk untuk kepentingan wanita. Ada 254 merek meliputi 120 jenis produk dalam bentuk pil, kapsul, bubuk, dan cairan dan dibagi menjadi tiga jenis, untuk perawatan tubuh, kecantikan, dan penyembuhan. Semua produk yang dipasarkan ke daerah-daerah di seluruh negeri. Di tangan ibu dan anak, Nyonya Meneer dan Hans Ramana, perusahaan jamu ini berkembang pesat.

Nyonya Meneer meninggal pada tahun 1978, menyusul kepergian anaknya Hans yang meninggal pertama kali pada tahun 1976. Operasi ini kemudian diteruskan oleh generasi ketiga dari cucu Ny Meneer kelima. Kehebatannya dan kecemerlangan prestasi perusahaan untuk mencapai hampir 1 abad upaya juga diwarnai perseteruan internal yang khas cerita terjadi dalam perusahaan keluarga.

Keluarga konflik yang dimulai tahun 1985, ketika perselisihan antara pewaris tahta lima cucu kemudian perusahaan ini berganti nama menjadi PT. Nyonya Meneer itu. Dampak, ratusan karyawan kurang diperhatikan. Bahkan Coal Cosmas, Menteri Tenaga Kerja pada saat itu turun tangan untuk menengahi. Konflik kedua terjadi sejak 1989 dan 1994, yang menyebabkan pelepasan saham anggota keluarga pada tahun 1995. Sekarang perusahaan dimiliki dan dikendalikan murni satu cucu Nyonya Meneer Charles Saerang yang. Sementara empat bersaudara memilih untuk memisahkan setelah menerima bagian masing-masing.

Kasus Nyonya Meneer perusahaan keluarga kemudian dicatat sebagai studi kasus, versi bahasa Inggris diterbitkan Equinox dan digunakan sebagai kasus mempelajari ilmu pemasaran dan manajemen di sejumlah universitas di Amerika Serikat. Buku berjudul “Family Business: Studi Kasus Nyonya Meneer, Sebagai Salah Kedokteran Perusahaan Tradisional di Indonesia, yang paling sukses” (Family Business: Studi Kasus Nyonya Meneer, Satu Perusahaan Paling Sukses di Indonesia Pengobatan Tradisional) diluncurkan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya bertepatan dengan perayaan 88 tahun berdirinya Perusahaan Nyonya Meneer.

Penerbitan buku yang menceritakan PT Nyonya Meneer usaha dalam konflik mayoritas dan minoritas dalam perusahaan keluarga telah dilaporkan ditentang oleh Meneer keturunan karena jelas memberitahu tradisional Strategi pemasaran produk herbal adalah menyebar ke berbagai belahan dunia.

Pada tanggal 18 Januari 1984 Mendirikan obat Museum Nyonya Meneer Semarang yang juga menjadi museum obat herbal pertama di Indonesia. Pembentukan museum ini selain dimaksudkan sebagai warisan budaya, juga merupakan pusat informasi, pendidikan, promosi, dan sebagai media untuk melestarikan warisan budaya jamu tradisional pada merit di mana semua bahan berasal dari negara.

Museum yang menempati lahan seluas 150 m² memegang koleksi benda-benda budaya pada tumbuhan dan koleksi pribadi Nyonya Meneer yang berupa foto-foto dan sejarah cara pembuatan jamu dengan menggunakan alat-alat tradisional, seperti mortir dan alu, pepesan, cuwo, panel dan bothekan toko tempat bumbu resep asli. Pengunjung juga dapat melihat slide show tentang cara proses pembuatan jamu dan dapat mencoba Jamu Nyonya Meneer. Untuk mengunjungi museum ini dibagi menjadi dua bagian, pengunjung bebas.

Sekarang, PT. Nyonya Meneer telah dianggap sebagai ikon industri nasional dan herbal kosmetik tradisional. Terbesar dan tertua di negara Pemasaran dimulai oleh modern disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu cara untuk mendirikan Cafe Meneer di Jalan Hasanuddin, Solo, yang mulai tersebar di beberapa pusat perbelanjaan. Perusahaan juga telah melebarkan sayapnya ke pasar internasional dengan mencoba memenuhi permintaan ekspor ke beberapa negara. Pada tahun 2006, PT Nyonya Meneer berhasil memperluas pasar mereka ke Taiwan sebagai bagian dari ekspansinya ke pasar luar negeri setelah berhasil memasuki Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Belanda, Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Artikel Terkait